Friday, December 24, 2010

Seperti Gelisah Aku Mencari-Mu, Rab

Antara dingin dan keinginan
gelisahku telah terhukum
di padang realiti
bisakah kau bersyukur lagi
antara bening subuh yang sepi
antara pasrah kita bermunajat
di pintu-Mu, Rab.

Pada rajah waktu itu
potret yang bisa terlukis
gemersik suaranya adalah suara
menyentuh minda daripada fikir seorang kita
berharga sebuah cinta kepada-Nya
adalah cinta yang satu

Kubuka ikatan malam-Mu
menyelak tirai dewasa seorang peribadi
adalah perjalanan menjejak pintu keinsafan
menghitung hari mencari wajah tersendiri
haruskah kita membuka topeng hipokrit.

IJAMALA MN
Penjara Sungai Buloh
Al - Islam, Januari 2002
Jangan Kau Menangis, Utusan Publications
Hadiah Sastera Kump Utusan 2002.

No comments:

Post a Comment

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...